LANNY JAYA - Di tengah keheningan Kampung Nenggeagin, Distrik Nenggeagin, Lanny Jaya, Papua Pegunungan, pada Minggu (29/03/2026), sebuah gereja sederhana menjadi saksi bisu terjalinnya ikatan yang mengharukan. Prajurit TNI dari Satgas Yonif 408/Sbh Pos Nenggeagin duduk bersimpuh berdampingan dengan masyarakat setempat, larut dalam satu doa yang sama, tanpa adanya penghalang yang memisahkan.
Lantai kayu gereja itu seolah menjadi permadani kehangatan, menyatukan seragam loreng yang lazimnya melambangkan ketegasan dengan senyum ramah warga. Momen ini bukan sekadar ritual ibadah mingguan, melainkan sebuah perayaan tulus atas kedekatan emosional yang kian merekat antara TNI dan masyarakat. Setiap untaian doa yang terucap membawa harapan suci untuk kedamaian, keselamatan, dan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh tanah Papua.
Kapten Inf Subur, selaku Komandan Pos Nenggeagin, menegaskan bahwa kehadiran prajurit di wilayah ini jauh melampaui sekadar pemenuhan tugas negara.
“Kami datang bukan hanya membawa tugas, tetapi juga membawa hati. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat, merasakan kehidupan mereka, dan berjalan bersama dalam suka maupun duka, ” ujarnya penuh ketulusan.
Kata-kata tersebut terbukti nyata. Keberadaan para prajurit yang duduk sejajar, berbagi ruang dalam ibadah, dan menyatu dalam suasana kekeluargaan menjadi bukti tak terbantahkan dari pendekatan humanis yang senantiasa dibangun di setiap sudut wilayah penugasan.
Meria (43), seorang warga tak kuasa menahan haru saat menyaksikan kebersamaan ini.
“Bapak-bapak TNI bukan lagi orang jauh bagi kami, mereka sudah seperti keluarga, ” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Kejadian ini menjadi cerminan bahwa kekuatan sesungguhnya dari TNI tidak hanya terletak pada kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga pada kemampuannya membangun pondasi kepercayaan dan kedekatan yang kokoh dengan setiap elemen masyarakat.
Di Nenggeagin, kebersamaan dalam lantunan doa adalah sebuah penanda kuat bahwa pengabdian sejati melampaui sekadar penjagaan batas wilayah. Ia adalah tentang merawat hati, memupuk asa, dan menghadirkan suri teladan kedamaian di tengah denyut nadi kehidupan masyarakat Papua. (PERS)
