LANNY JAYA - Di tengah keheningan pegunungan Papua, Gereja Maranata Kampung Nenggeagin, Distrik Nenggeagin, Kabupaten Lanny Jaya, menjadi saksi bisu momen penuh makna pada Minggu (15/3/2026). Prajurit Satgas Yonif 408/Suhbrastha (Sbh) hadir bukan sebagai penjaga semata, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Nenggeagin dalam ibadah Minggu yang khidmat.
Suasana hangat dan penuh kekhusyukan terasa saat anggota TNI dan warga duduk berdampingan, menyatukan hati dalam doa. Setiap lantunan pujian dan permohonan dipanjatkan bersama, memohon keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah pedalaman yang indah ini. Kehadiran mereka di gereja sederhana itu lebih dari sekadar ritual ibadah; ini adalah penguatan iman dan jalinan emosional yang semakin erat antara para pelindung negeri dan masyarakat yang mereka layani.
"Melalui kegiatan ibadah bersama ini kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjalin kebersamaan dengan masyarakat. Kami berharap hubungan yang telah terjalin baik ini dapat terus terpelihara sehingga tercipta suasana yang damai, aman, dan penuh persaudaraan, " ujar Komandan Pos Nenggeagin, Kapten Inf Subur.
Di sela-sela ibadah, tawa dan percakapan akrab terdengar, menunjukkan betapa eratnya hubungan yang terjalin. Bagi masyarakat Nenggeagin, kehadiran para prajurit di tengah-tengah mereka memberikan rasa aman yang mendalam, sekaligus menjadi sumber dukungan moral yang tak ternilai dalam menjalani kehidupan sosial dan spiritual mereka.
Satgas Yonif 408/Sbh senantiasa berupaya menumbuhkan nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan. Momen ibadah bersama ini menjadi bukti nyata dari kemanunggalan abadi antara TNI dan rakyat, yang melampaui sekadar tugas menjaga keamanan, melainkan meresap dalam denyut kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di jantung pegunungan Papua. (PERS)

andhaka