LANNY JAYA - Di tengah hamparan hijau perbukitan Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sebuah kehangatan tersendiri hadir melalui sentuhan humanis Satuan Tugas (Satgas) Yonif 408/Sbh. Para prajurit TNI ini tak sekadar menjalankan tugas pengamanan, namun lebih dari itu, mereka berupaya menancapkan akar kedekatan yang mendalam dengan masyarakat Kampung Wamitu, Distrik Goa Balim. Pendekatan yang mereka pilih adalah dialog yang tulus, sebuah jembatan hati yang dibangun dalam suasana sederhana namun penuh makna.
Setiap Rabu, tepatnya (8/4/2026), menjadi saksi bisu bagaimana prajurit TNI membaur tanpa sekat. Duduk bersama warga di depan honai, berbagi cerita, mendengarkan keluh kesah, hingga menyambut harapan masa depan, menjadi ritual yang menghangatkan. Interaksi langsung ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah sarana ampuh untuk menabur benih kepercayaan dan merajut ikatan emosional yang kuat.
Kapten Inf Indra, Komandan Pos Tk Wamitu, mengungkapkan esensi dari kegiatan ini. Baginya, kehadiran TNI di wilayah penugasan harus lebih dari sekadar aparat yang datang dan pergi. Ia bertekad untuk menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, hadir sebagai keluarga yang saling berbagi, mendengarkan, dan memahami.
"Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai aparat yang datang dan pergi. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat, hadir sebagai keluarga yang saling berbagi, mendengar, dan memahami. Dengan komunikasi yang terbuka, kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya, ” ujar Kapten Inf Indra.
Ia menambahkan bahwa kedekatan yang terjalin melalui komunikasi sosial ini memiliki dampak yang signifikan terhadap terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif. Ketika hubungan telah terbangun dengan kokoh, setiap permasalahan dapat dihadapi dan diselesaikan secara bersama-sama dengan semangat kekeluargaan.
"Jika hubungan sudah terbangun dengan baik, setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan penuh kekeluargaan, ” tambahnya.
Lebih dari sekadar tugas, kegiatan ini membuktikan bahwa langkah sederhana seperti duduk bersama dan berbincang dapat membangun fondasi yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat. Senyum yang merekah, tawa yang lepas, dan jabat tangan yang hangat menjadi simbol nyata tumbuhnya kebersamaan antara prajurit TNI dan warga Wamitu. Melalui komsos, Satgas Yonif 408/Sbh terus menegaskan komitmennya untuk menjaga harmoni dan membuktikan bahwa kekuatan sejati TNI terletak pada kemampuannya merangkul dan membangun kepercayaan di hati masyarakat.
(PERS)
